Tuesday, May 9, 2017

Kenapa tidak halawah dalam ibadah

Kenapa Ibadah yang kita lakukan kada nyaman, kada terasa nikmat dalam ibadah? Kada merasa manis dalam ibadah!
Itu karena kita belum taubat dari perkara- perkara makruh dan yang subhat.
Sembahyang kawa, Baca Qur'an kawa. Tapi kada merasakan kemanisan, kenikmatan ketika sembahyang, mengaji dan ibadah lainnya.

Harga Binian

Harga ikam tu binian ai di akhlak. Akhlak itu andaknya di Agama.
Jadi, amun ikam baudhu kada bisa, mandi wajib kada bisa. Sembahyang balang kambingan, mengaji kada bisa, Ilmu agama kadada yang bisanya.
Handak bajujuran larang! Beri supan...
Apa kelabihan nyawa di AGAMA?
Biar nyawa Sarjana S1000 tapi itu dunia!
Dunia ni jadi di ngarani dunia karena HINA.

Thursday, May 4, 2017

Umat di Rindui Nabi

Suasana di majelis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Sayyidina Abu Bakar radiallahu ‘anhu . Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan sedemikian. Seulas senyuman yang sedia terukir di bibirnya pun terungkai. Wajahnya yang tenang berubah warna.
“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?” Sayyidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut pikiran.

“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan),” suara Rasulullah bernada rendah.

“Bukankah Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah?” kata seorang sahabat yang lain pula. Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum.
Kemudian Beliau bersuara,
“Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka.”

Pada kesempatan yang lain pula, Rasulullah menceritakan tentang keimanan “ikhwan”…

Rasulullah: “Siapakah yang paling ajaib imannya?” tanya Rasulullah.
“Malaikat,” jawab sahabat.
“Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah sedangkan mereka sentiasa dekat dengan Allah,” jelas Rasulullah.
Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, “Para nabi.”
“Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka.”
“Mungkin kami,” celah seorang sahabat.
“Bagaimana kamu tidak beriman sedangkan aku berada di tengah-tengah kalian,” pintas Rasulullah menyangkal hujjah sahabatnya itu.
“Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya saja yang lebih mengetahui,” jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.

“Kalau kamu ingin tahu siapa mereka, mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Qur’an dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku,” jelas Rasulullah.

“Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka,” ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu. Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu.
Sobat fillah…
Begitulah penilaian Allah. Bukan jarak dan masa yang menjadi ukuran. Bukan bertemu wajah sebagai syarat untuk membuahkan cinta yang suci. Pengorbanan dan kesungguhan untuk mendambakan diri menjadi kekasih kepada kekasih-Nya itu, diukur pada hati dan terbuktikan dengan kesungguhan beramal dengan sunnahnya.
Dan insya Allah umat akhir zaman itu adalah kita yang sedang bernafas hingga saat ini. Bagi kita yang bersungguh-sungguh mau menjadi kekasih kepada kekasih Allah itu, wajarlah bagi kita untuk mengikis cinta-cinta yang lain. Cinta yang dapat merenggangkan hubungan hati kita dengan Baginda Rasulullah
salllahu ‘alaihi wasallam .

Thursday, April 27, 2017

DATANGNYA BULAN SYA'BAN 1438 H

Kita sambut datangnya bulan Sya'ban 1438 H, bulannya Rasullullah SAW.

Rasullullah SAW Bersabda : "Barang Siapa yang memberitahukan berita datangnya bulan Sya'ban kepada yang lain, maka Haram Api Neraka Baginya".  
Dan marilah kita banyak2  berdzikir mengingat..... اَللّهُ ...

Bismillahirrahmanirrahim..... 1. "Allahumma bariklana fii rojaba, wa Sya'bana wa balighna Ramadhona".
Artinya :
"Ya Allah, berikanlah keberkahan dibulan Sya'ban dan sampaikanlah umurku menjumpai bulan Ramadhan".

2. Dianjurkan berdzikir antara lain: Astaghfirullah al adzhiim 100x, Tahmid & Takbir 100x, Shalawat Nabi 100x dan dzikir2 lainnya yang dapat dilakukan.

3. Subhannallaah wal hamdulillaah, wa laa illaaha illallaah, walaahu akbar, wa laa haulaa wa laa quwwataa, illaa billaahil aliyyil adzhiim.

4. Pada tanggal 13, 14 dan 15 pertengahan bulan Sya'ban, yang jatuh pada hari Rabu, 10 Mei, Kamis, 11 Mei dan Jumat, 12 Mei, disarankan untuk puasa Ayyamul Bidh (puasa pertengahan bulan Sya'ban).

5. MALAM NIFSYU SYA'BAN akan jatuh mulai ba'da maghrib pada hari Kamis, 11 Mei 2017, pada malam ke 15 bulan Sya'ban.
Dianjurkan :
- Membaca SURAT YASSIN sebanyak tiga (3)x.
a. Surat Yassin yang pertama dibaca utk memohon panjang umur dan ketaatan/ketaqwaan serta dapat istiqomah kepada Allah SWT.
b. Surat Yassin yang kedua dibaca utk memohon diluaskan rezeki yg halal dan menolak bala.
c. Surat Yassin yang ketiga dibaca untuk memohon ditetapkan Iman Islam sampai akhir hayat.
- Berdoa secara KHUSYUK meminta apa2 yang tersirat dalam hati, karena Malam Nifsyu Sya'ban adalah MALAM yang sangat IJABAH utk dikabulkannya semua doa2 dan hajat2 yang diinginkan.

Bila disebarkan, maka Anda  akan membuat beribu-ribu manusia berdzikir kepada Allah SWT.
Aamiin, Aamiin, Aamiin
Yaa Rabbal Aalamiin.

Tuesday, April 25, 2017

Inti Hikam Bagian 3

Sebagian dari tanda mengikut hawa nafsu, bersegra kpd kebaikan yg sunat dan malas kepada sesuatu yg di wajibkan Allah.
Bermula rajin kepada ibadah sunat ttp malas mengerjakan ibadah wajib itu pertanda untuk kesenangan hawa nafsu bukan mencari keridhaan Allah. Ibadah karena Hawa Nafsu di tolak oleh Allah. sholat, Membaca Qur'an dan sebagainya jika karena Allah laksanaka lah. Jika karena nafsu maka jangan dikerjakan.
Wajib bagi seseorang untuk melaksanakan ibadah wajib diatas yang sunat. Misalnya bayar hutang dulu, baru bersedekah. Karena lebih utama bayar hutang disisi Allah. Demikian juga kita banyak qodaan sholat fardu, maka sholat qodaan dulu, baru mengerja sholat yang sunat seperti rawatib, witir, dhuha. Kalau mendahulukan sunat bererti hawa nafsu.

Ibadah itu semuanya baik tapi memiliki tingkatan. Ibadah yang perintahnya mendekati wajib maka semakin besar pula ridha Allah. Firman Allah:
Tidak ada ibafah yhambaku yg paling ju sukai dari pada melaksanakan kewajiban.

Selesaikan kewajiban, silahkan kerjakan ibadah sunat.
Ibadah itu ada tertibnya mana yang utama, mana yang nomor dua dan seterusnya.

Nafsu berat melaksanakan yang wajib karena kewajiban dilaksanakan semua orang, sehingga tiada beda dengan yang lain. Sedangkan nafsu menyukai yang beda dari yang lain.
Misalnya nafsu berat bayar hutang 20 miyar karena tiada dipuji, namun bersedekan 1 milyar maka luar biasa pujian dari orang lain. Banyak qodaan sembahyang fardu, melaksanakan qodaan tiada dipuji, namun suka melaksanakan sholat sunat misal 1000 rakat maka itu akan dipuji.

Lain hal ibadah sunat, ini beda dsri yang lain, bisa mencari pujian inilah bagian dari nafsu.
Ibrahim bin Khawas: Allah tiada menerima suatu amal kecuali yang benar dan tepat sasaran.
Sebagian ulama: barang siapa yg fadilat yang lebih utama dr pada melaksanakan yang fardu itulah orang terperdaya (tiada hasil).

Engkau lihat mereka sibuk sholat sunat, puasa sunat, hajo umrah tiap tahun, tidak mengerjakan yang wajib, tidak menyelesaikan kewajibannya kepada yang lain.

Kalau kita pencuri maka amalan yang paling bail dan disukai Allah adalah mengembalikan harta yang dicurinya kepada pemiliknya. Kalau ia sibuk dengan yang sunat, ha rta orang tidak dikembalikan, maka ini meluruskan hawa nafsu.

Sunat pun ada tingkatannyya, ada yang kuat tuntutannya dan kurangbkuat. Kalauencari keridhaan Allah maka ia melaksanakan yang lebih kuat lebih utama. Misal sholat sunat, yang paling tinggi mendekati fardhu adalah sholat sunat rawatib ditambah witir. Kalau kita malas rawatib dan witir tapi suka sholat dhuha maka ini dari nafsu, mungkin ingin cari nama atau mencari kekayaan semata. Atau sholat witir tapi tidak sholat sunat isya. Ini tidak mengerti, padahal 2 rakaat ba'da isya lebih mulia dari tarawih.

Dzikir semuanya baik, tasbih, tahmid, sholawat, namun Rasulullah mengatakan dzikir yang paling afdal adalah Laa ilahailallah. Maka perbanyaklah dzikir itu diatas dzikir yang lain. Karena itu yang diridhai Allah.
Didalam ratibul Haddad dzikir itu banyak kebanyakan diulang 3x. Namun Laa ilahailallah 100x karena ini yang lebih diridhai Allah.
Jika Mardhatillah maka laa ilaha ilallah.

Baca manaqib sering dan suka sekali, namun tidak bergairah membaca qur an. Maka ini ada tujuan lain, bukan mardhatillah yang ia harapkan.

Setiap kali amaliyah yang kita bersemangat ibadah yang kita laksanakan

Bagi orang yang mengharap ridha Allah jangan khawatir tidak dapat surga, tidak dapat rezeki luas. Karena ridha Allah ini paling tinggi daripada yang lain. Seperti menanam padi, maka rumput berbagai jenis rumput akan tumbuh, namun bila menanam rumput maka padi tak akan tumbuh. Karena padi tanaman yang lebih tinggi derjatnya dari pada rumput.
Bila mengharap keridhaan maka Allah akan memberi kebaikan dunia dan akherat.

Thursday, April 20, 2017

Fitrah dan Kotornya Hati

Manusia terlahid dalamnkeadaan fitrah, ia tidak membawa dosa. Apabila ia tinggal seorang diri tanpa seorangpun yang ada di sekitarnya sehingga tidak ada pengaruh apapun, maka kelak ia akan tumbuh lurus dengan ajaran tauhid.
Fitrah manusia itu adalah kesucian hati, dan pengaruh dosa dan maksiat yang menutupi kesucian hatinya, sehingga ia suka mengerjakan maksiat, sehingga hatinya semakin hari semakin gelap. Hingga gelap pekat dan ia mungkin akan tersesat dari ajaran tauhid.
Hati yang kotor perlu dicuci dengan air mata penyesalan.
Panasnya api penyesalan akan membakar debu-debu dosa dan maksiat dalam hati seseorang.
Dan cahaya kebaikan akan memusnahkan kegelapan hati yang dipenuhi dosa.
Dosa laksana malam, yang akan hilang ketika datangnya siang.