Thursday, November 9, 2017

Hikmah 6

Janganlah terlqmbatnya mas pemberian beserta mengekali berdoa menyebabkan putus asanya engkau.
Pada waktu dia kehendaki bukan waktu engkau kehendaki.

Jgn berputus asa dari pada dikabulakan doa krn terlambatnya pemberian yg kau tuntut padahal rngkau brrkali2 berdoa.
Jangan berkata doaku tidak dikabulkan Allah, itu putus asa.. Sehingga meninggalkan doa, itu salah.

Allah swt memaatikan bagi engkau dgn dikabulkan doa, itu janji Allah... Firman Allah berdoallah kalian kepadaku niscaya  aku ijabah bagi kamu.
Tetapi Allah mengabulkan doa itu pada sesuatu yg pada sesuatu Allah pilihkan pada engkau. Bukan yg kai pilih bagi diri engkau. Krn Allah paling tahu yang mana yg terbaik bgi engkau.

Allah lrbih tahu apa yg terbaik bgi kita, bukan sesuai kehendak Allah...jika itu baik diberi, jika tidak maka tidak diberi itu urusan Allah.

Spwerti orang sakit minta sehat, berulang2 namaun tiada diberi sehat. Permintaan kita itu diterima, namun Allah yg memilih yg mana yg terbaik.
Misal pabila ia sehat ia maksiat, lupa waktu, maka Doanya dpilih Allah tetap sakit. Karena Allah yg lebih tahu apa yg baik bagi kita melebihi kita.

Kita mrngajukan permintaan pekerjaan sebagai ini, namun atasan menilai ini tidak sesuai, maka diletakkannya lah pada jabatan yg sesuai kpd kita.

Kita minta rezki luas pada Allah, maka diterima Allah. Namun penilaian Allah, apabila rezeki luas ia lalai maka Allah beri rezeki yg tidak luas.
Barangkali engkau membenci sesuatu padahal itu baik untuk kamu dsb. Engkau tidak tahu sedangkan Allah yg maha Tahu.

Allah menjamin doa dikabulkan, masalah waktunya Allah yang memastikan.  Karena allah tidak menjamin segera tapi waktu yg patut untuk diberi.

Seorang hamba tidak patut mendesak pada tuannya, itu tidak beradab.
Sebagaimana nabi musa berdoa atas kebinasaan firaun yg diaminkan oleh Nani Harun. Sesudah 40 tahun baru dikanulkan oleh Allah.

Hikmahnya agar kita selalu mengharap pada Allah, berapa banyak ganjaran yang kita terima atas doa kita yg terus menerus.
Kita minta sesuatu kpd Allah dan kita selalu mintabitu selalu mendatangkan kebaikan pd kita.

Allah itu menyukai org yg mengulang2 doanya.
Allah kdang belum terwujud  doa karena Allah suka mendengar suara kita bedoa. Belum tentu banyak dosa atau Allah marah.

Bahkan ada yg durjana berdoa langsung diwujudkan berupa lanjuran karena Allah muak mendengar suaranya berdoa...

Ada 3 kelompok manusia berdoa
Berdoa hendak terwujud yg diinginkan dalam waktu yang cepat, ingin cepat sehat, cepat murah rezeki. Ini adalah orang jahil bodoh. Ingin kabul dan segera....

Berdoa karena menganggap doa itu ibadah, perkara kabul tidak kabul itu pahala. Itu adalah salikin orang yang dalam jalan yg benat.
Kalo doa tercapai itu bonus saja. Kalao kada sembuh dapat pahala..

Orang arifin berdoa itu mencari kelezatan kenikmatan, belum lagi kabul doa merekw. Krn org makrifat berdoa ya Allah maka Allah menjawab labaika ya abdii...

Berdoa itu dapat hidayah, taufik itu sudah nikmat luar biasa.. Banyak berdoa banyak dapat pahala, terwudul atau tifakkabul itu urusan Allah semata.

Kekali berdoa dan selalu nerdoa dan.serahkqn bagi Allah akan kehendak Allah.

Bisa2 Allah meingijabah sesuai permintaan kita, bisa juga digantikan dengan yg lebih baik dari pada yg kita minta, bisa pula Allah simpan untuk engkau gantiannya sesuatu yg engkau capai surga dan memandangDzat Allah diakhirrat...
Sehingga org yg kabul doanya dalam dunia menyesali, mereka berkata alangkah baiknya jikalau doaku tiada kabul didunia. Katena besarnya ganjaran berdoa ug disimpankan oleh Aallah.
Bila kita berdoa itu adalah keberuntungan bagi kita.
Nanti ada waktunya Allah mewujudkan sesuai dgn keinginan Allah

Tuesday, October 24, 2017

Hikmah ke 4 Tentang Perencananan

"Lapangkanlah dirimu wahai murid, wahai salik dari pada membuat rencana-  rencana"
Maka bermula sesuatu yg telah mengurus sesuatu itu akan engkau janganlah engkau ikut campur mengurusinya.

Janganlah kau susah payahkan dirimu wahai murid dengan membuat rencana- rencana, membuat rencana- rencana itu menyusahkan kita. Karena bila tidak sesuai kita akan kecewa, gelisah dan sebagainya.

Karena Allah Swt telah membuatkan rencana bagi engkau. Buat apa merencana?
Dan rencana yang kau buat tidak akan terjadi kecuali sesuai dengan apa yg sudah direncanakan Allah (takdir).
Seperti dikatakan pada hikmah sebelumnya.
Usaha yg keras yang kuat tak akan bisa merobek takdir- takdir Allah Swt.

Maka tinggalkanlah rencana dan serahkan semuanya pada Allah Swt.
Allah membuatkan rencana untuk engkau, Allah yg menciptakan, yg disembah, Allah yang Maha penyanyang Maha pengasih, Maha bijaksana dan sifat kemuliaan dan kesempurnaan lainnya.
Sedangkan kau adalah hamba yang jahil, hina dan segala kehinaan, maka serahkanlah rencanamu kepada Allah. Biarkan Allah yg mengatur janganlah ikut mencampuri rencana Allah.

Apabila Rencana itu kau buat bersama Allah, berarti kau jahat adab kepada Allah, merasa tidak cukup atas rencana Allah.
Dan seorang hamba jika jahat adab disisi tuannya maka gugurlah derajat hamba itu disisi tuannya menjadi lebih rendah.

Contoh jahat adab dengan Allah ikut mengatur, ikut merencana.. Allah yg menjadikan kita, Allah mencukupi segala keperluan kita dan mengetahui yang baik bagi kita.

Kalau jahat Adab kita tidak dapat lagi berkhidmat kepada Allah, tidak suka duduk dimajelis Allah, tidak suka sholat dan dzikir.
Jika baik adab maka Allah tarik hatinya untuk berkhidmat kepada Allah, suka sholat, dzikir, duduk dimajelis ilmu.
Jika jahat Adab maka akan Allah palingkan kegemarannya dari taat kepada kegemaran pada dunia.

Apabila hendak membuat rencana, rencanakannlah yang dituntut kau untuk membuatnya seperti untuk taat kepada Allah Swt dan berpegang jika sesuai dengan kehendak Allah dan dengan daya upaya dari Allah.
Macam naik haji, umrah, membangun mesjid, shodakah, dll
Bukan untuk urusan duniawi.
Itulah rencana yg dipuji. Namun dalam hati kita tidak merasa sanggup dan mampu jika tidak dikehendaki dan tidak dengan daya upaya dari Allah.

Kesimpulannya membuat rencana dibagi menjadi 2 yaitu:

1.Rencana yang dicela.
Tiap- tiap rencana yang kau buat yang membuat kau jauh dari Allah, sibuk dan membuat lupa dari Allah, maka itu dicela oleh Allah Swt.

Seperti: merencanakan berbuat sesuatu keagamaan atau keduniaan disertai dgn kepastian, dia merencanakan perbuatan keagamaan atau keduniaan merasa mampu untuk itu, merencanakan keagamaan atau keduniaan tapi melupakan dan melalaikan kewajiban.

Merencanakan keduaan untuk keduniaan. merencanakan duniawi yang halal untuk belezat- lezar dan lupa pada Allah, perencanaan untuk maksiat pada Allah.

2. Rencana yang dipuji.
Tiap- tiap rencana untuk mendekatkan diri kepada Allah itu dipuji.

Seperti:
Membuat rencana tahun ini untuk naik haji, berkorban jika dikehendaki Allah dan diberi kemampuan oleh Allah.
Rencana meminta halal minta ridha kepada orang yang pernah dizalimi dan mengembalikan hartanya jika dikehendaki dan atas daya dan upaya dari Allah.
Bagaimana cara mengalahkan hawa nafsu syaithan yang mengajak maksiat jika dikehendaki dan diberi kemampuan untuk itu.
Membuat rencana untuk menghasilkan dunia untuk akhirat membantu fakir miskin, untuk umrah bila dikehendaki dan diberi kemampuan untuk itu.
Membuat rencana untuk jihad fisabilillah jika dikehendaki dan dimampukan oleh Allah.
Rencana untuk mengumpulkan dunia yang halal untuk mencukupi hidup agar jadi hamba yang lebih bersyukur jika dikehendaki dan diberi kemampuan oleh Allah.
Silahkan buat recana namun jangan memastikan, hati selalu merasa bergantung pada pertolongan Allah Swt.

Sebelum membuat rencana fikirkanlah terlebih dulu apakah rencana itu disukai dan dipuji atau justru dibenci oleh Allah Swt.

Tuesday, October 17, 2017

Intisari Pengajian Kitab Al Hikam Selasa 17 Oktober 2017

Bermula himmah yang tinggi tidak akan bisa merobek takdir-takdir Allah.

Himmah atau azimah atau keinginan atau cita-cita. Himmah itu terbagi kepada beberpa tingkatan.

Ada, Himmah yang pendek, yaitu keinginan namun tidak menimbulkan/ menghasilkan usah, tidak pula do'a apalagi tawajjuh (tenaga dalam, yang bagi wali disebut qaramat, bagi orang fasik disebut istidraj).

Orang yang bercita- cita lemah, pendek, ia tidak akan berusaha, tidak akan berdoa, tiada ikhtiar, apalagi tawajjuh.

Kemudian ada, Keinginan yang tengah (tingkat menengah), keinginan ini bisa menimbulkan usaha, bisa menghasilkan do'a tapi tidak menimbulkan tenaga dalam. (Usaha dan do'a tidak begitu kuat namun tidak pula lemah).

Dan adapula himmah atau keinginan yang kencang, tnggi, ini akan menimbulkan usah yang keras, diiringi do'a yang banyak dan bisa menimbulkan tawajjuh (tenaga dalam). Misal batu ditawajjuhkan oleh seorang hamba Allah jadi emas, maka jadilah itu batu menjadi emas, bagi wali dinamai qaramat, bagi Rasul Mukzizat, bagi orang fasik istidraj (lanjuran).

Keinginan tinggi membuat adanya usah keras, do'a yang sungguh- sungguh serta tawaajjuh.

Namun, Bagaimanupun kerasnya usaha, sungguh- sungguhnya do'a, kuatnya tenaga dalam, itu tidak akan menjadikaan apa- apa, tidak menghasilkan apa- apa, jika berlawanan dengan takdir Allah Swt.

Kalau takdir tidak kaya bagaimanapun usaha, kita tidak akan kaya.
Bagaimanapun berobat, kalau Allah menakdirkan kita tidak sembuh, maka kita tidak akan sembuh.
Kuatnya usaha doa tidak akan menerobos takdir Allah Swt.
Karena Segala yang terjadi sesuai dengan takdir Allah.
Rasulullah bersabda yang maknanya Allah telah menentukan takdir segala sesuatu lima puluh ribu tahun sebelum menjadikan langit dan bumi.
Tidaklah beriman seseorang hamba sehingga ia beriman dengan takdir. Baik atau buruk, sehingga ia meyakini sesuatu yang ditakdirkan Allah tidak akan luput, dan sesuatu yang luput tidak akan kena.

Allah menentukan takdir rezeki si fulan sekian, bagaimanapun usahanya, bagaimanapun gigihnya,  itu tak akan menambah rezeki si fulan. Walaupun ia berusaha dengan sangat gigih, tak akan menambah rezeki yang telah Allah takdirkan.

Alkisah ada 2 orang buta, 1 yang berada pada maqam tajrid (tidak berusaha), dan yg ada pada maqam asbab (berusaha). Suatu hari keduanya berdo'a pada Allah "berilah hamba rezeki hari ini" setiap hari mereka berdo'a. Kemudian keduanya pergi mangkal ke depan rumah Umi Ja'far yang kaya. Pengemis yang berada pada maqam tajrid diam dan ia tidak meminta- minta. Sedangkan pengemia yang berada pada maqam asbab mengetuk pintu rumah Umi Ja'far dan meminta.

Setiap hari Umi Ja'far memberi kedua pengemis buta itu, pengemis  yang berada pada maqam asbab yang selu mengetuk pintu rumahnya dan meminta- minta diberi 1 bungkus nasi. Sedangkan pengemis yang berada pada maqam tajrid yang tidak minta- minta diberi uang 2 dirham.
Namun setiap harinya, pengemis yang mendapatkan sebungkus nasi selalu menjual nasinya seharga 2 dirham kepada pengemis yang diberi uang 2 dirham.

Kemudiam pengemis yang berada pada maqam asbab yang selalu mengetuk pintu dan meminta- minta perlu duit, maka ia berkata pada Umi Ja'far bahwa ia perlu uang dan ingin uang. Kemudian Umi Ja'far menjawab bahwa setiap hari kamu saya beri satu bungkus nasi, di dalam bungkusan itu diselipkan uang 10 dirham.

Bertapa terkejutnya ia, karena baru mengetahui bahwa nasi yang setiap hari diterimanya dan dijual seharga 2 dirham kepada pengemis buta yang berada pada maqam tajtid, ternyata didalamnya ada 10 dirham uang.
Itulah tanda bahwa maqam tajrid itu lebih tinggi dari pada maqam asbab.

Dan pada hadits Rasulullah lagi maksudnya:
Jikalau bahwa seorang dari kalian mempunyai seperti gunung uhud emas, kalian sumbangkan, maka Allah tidak akan menerimanya, sebelum engkau meyakini adanya takdir.

Jika usaha tak bisa merubah takdir. Lalu apa gunanya Allah menyuruh berusaha?
Para ulama mengatakan usaha kita itu fungsinya untuk menimbulkan pahala atau dosa. Apabila usahanya bagus dan niat bagus, walaupun beda dengan harapan kita karena berlawanan takdir, maka dapat pahala. Begitu pula sebaliknya..

Usaha sebagai timbangan untuk catatan pahal atau dosa semata. Kalau urusan merubah takdir, usaha tidaklah bisa.
Orang berusaha, kerjanya bagus tidak melalaikan hukum Allah, maka ini fiisabilillah.

Orang  yang usahanya bagus, tapi niatnya salah misal bermegah dan beragak pada orang lain, maka usaha itu  membuahkan dosa.
Niat bagus tidak merubah pekerjaan jahat. Menolong tapi dgn mencuri.

Lalu Beriman dengan takdir apa gunanya?
Adapun gunanya beriman dengan takdir:
1. Hati akan merasa tenang, usaha tenang, beribadah tenang, istirahat tenang.
2. Tawakkal / berserah pada Allah yang kuat, maka ia tidak khawatir, tidak perlu gelisah
3. Tidak akan mau mencaci manusia
4. Menutup pintu syaithan, pintu syaitan adalah berandai perkataan jikalau, seadainya ia kesini maka pasti tidak terjadi demikian.
5. Elok dalamencari rezeki, Usaha yang halal, tidak melalalikan pada ibadah dan dzikir.

Hadits Rasulullah Saw maksudnya
Wahai manusia takwalah pada Allah, dan elok- eloklah dalam mencari rezeki. Karena seseorang tak akan mati sebelum habis rezekinya.

Allah mengatur bagaimanapun caranya menyampaikan rezeki kepada hamba- hambaNya.
Orang beriman pada takdir tak habis waktunya hanya untuk mencari rezeki, tak akan mengambil yang haram.

Dan Beriman pada takdir bukan meninggalkan usaha.
Rasulullah bersabda berobatlah kalian wahai hamba Allah.
Itu salah satu bentuk usaha dan Rasulullahpun menyuruh berusaha andai kita sakit maka berobat.
Namun usaha itu hanya untuk menimbulkan pahala. Karena itu disuruh. Namu yang menyembuhkan hanyalah Allah bukan usaha berobat. Namun Allah menyuruh berikhtiar dengan melakukan pengobatan.

Takdir adalah rukun iman, tidak percaya pada takdir maka kafir. Karena takdir rukun iman yang 6.
Dan Allah telah menakdirkan segala sesuatu 50 ribu tahun aebelum penciptaan langit dan bumi, takdir kita sudah ada.
Jika takdir Allah, si fulan lahir ditahun 2000 dan rezekinya 60 milyar. Maka rezekinya selama hidupnya 60 Milyar berusaha keras atau tidak rezekinya 60 milyar. Dan apabila habis rezekinya 60 milyar maka ia akan mati.
Maka dari itu kita harus meyakini adanya takdir, karena ini adalah rukun iman yang wajib kita yakini.

Dan usaha bagaimanapun tidak dapat merubah takdir yang telah ditentukan oleh Allah.

Tuesday, October 10, 2017

Intisari Pembacaan Al Hikam oleh KH. Muhammad Bakhiet A.M 10 Oktober 2017

Bermula menghendaki engkau akan meninggalkan usaha padahal Allah telah menetapkan kau untuk berusaha maka itu keinginan sahwat tercela. Sedangkan Keinginan berusaha padahal Allah tidak menyuruh berusaha itu penurunah pangkat/ himmah.

Manusia dibagi atas 3 golongan:
1. Kelompok awamul muslimin, yaitu orang muslim yg tidak ada hasrat makrifat, tidak ada keinginan dekat dgn Allah, tiada ingin memiliki pangkat yang tinggi di sisi Allah. Inginnya hanya hidup senang, dan mati ke surga.
2. Orang yang makrifat, ialah orang yang sudah masuk surga sebelum mati, mereka tidak rindu surga akherat, itulah org arifin.
Dalam dunia ada surga, siapa masuk dalam surga dunia ia tak ingin masuk lagi surga di akherat yaitu makrifat kepada Allah.
3. Kelompok salikin/ Muridin orang yg ada niat atau keinginan, hasrat untuk makrifat, keinginan untuk mendapat title hamba yg diridhai. Punya niat dan masih dalam perjalanan menuju apa yang ia niatkannya.
Orang ini, Menuntut ilmu, kemudian mengamalkan sedikit demi sedikit, itulah para salikin.

Untk mencapai pangkat yang tinggi disisi Allah kita harus berjalan, dituju dan dinaiki karena kedudukannya sangat tinggi. Naik tangga demi tangga, inilah salik yang keluar dari golongan Orang awam.

Kelebihan salikin ialah apabila seseirang salik benar-benar ingin makrifat, dan ia  berusaha untuk itu, kemudian ia mati di tengah jalan dalam perjalanan makrifat kepada Allah, maka ia digolongkan sebagai orang yang makrifat kepada Allah.

Hendaknya kita ada keinginan mempunyai kemulian disisi Allah.
Orang yang salik telah memilih mana pekerjaan yang patut dibawa dalam perjalanannya. Mana yang perlu dan mana yang tidak perlu, maka itu sebagian ditinggkan diganti dengan amal dan perbuatan yang perlu.
Ada amal-amal yang tetap dkerjakan, ada yg ditinggal... Amal perbuatan dipilih.
Seperti mendahulukan tobat ketimbang beramal, meninggalkan ghibah, mencuri, fitnah dan sebagainya terlebih dulu.

Awal perjalanan salikin yaitu "Taubat"
Apabila ada Hutang pada Allah dalam perkara yang wlib maka harus dibayar terlebih dulu, kezaliman pada makhluk harus diselesaikan, minta kehalalan dan minta keridhaannya.
Misal hutang pada Allah sholat fardhu, puasa wahib, maka bayar secara bertahap, pernah memfitnah menganiyaya mintalah maaf dan minta keredhaan yang bersangkutan.
Apabila sudah taubat dan mebersihkan dirinya berarti telah jalan. Taubat dari dusta, ghibah, dan sebagainya. Ini lebih utama ketimbang banyak sholat sunnat, membaca qur'an dan sebagainya.
Sehingga kita beramal namun sia-sia, perjalanan kita hanya jalan ditempat, Banyak sholawat, sholat sunnat namun hati sombong, iri, dengki, memfitnah dan menghibah..
Ini tentu lebih utama membereskan perkara yang justru merusak amal dan membuat amal sia-sia.

Setelah taubat baru diisi dengan amaliyah berupa menuntut ilmu, dzikir, sholawat,baca quran dan tafakur, dan sebagainya.

Orang salik itu tergantung dimana Allah menmpatkan dirinya.
Apabila Allah menempatkan pada makam berusaha (Ashbab) maka mesti berusaha. Apabila dimakam tidak berusaha(Tajrid) maka janganlah berusaha.

Tandanya seseorang salik berada pada maqam berusaha (Ashbab):
*Usaha yang selama ini ada dipegang, dijalankan cukup untuk rumah tangga dan membantu fakir miskin.
*Usaha itu tidak melalaikannya pada berzikir kepada Allah.
*Usah tidak menarik membawanya pada yang haram dan maksiat.
*Usaha ini menimbulkan niat yang bagus dari usaha itu. Seperti menjaga supaya jangan meminta-minta, bisa menuntut ilmu dan beribadah, untuk jadi orang yang jujur dalam usah, dan lain lain.

Bila seorang salik berada pada maqam ini, hendaklah jangan meninggalkan usaha.
Apabila meninggalkan usaha, berarti itu keinginan sahwat, bukan dari Suruhan Allah.
Apabila berada pada Maqam Asbab ini tandanya apabila wirid jalan dan usaha tetap jalan, tidak mengurangi wiridan.

Orang salik ada yang di maqam tajrid meninggalkan usaha. Orang yang berada di maqam ini Allah yang membuatkan usaha. Ia tidak berusaha namun dibukakan Allah hati orang lain, sehingga orang-orang datang memberikan harta padanya, dalam hal ini termasuk perempuan yang hidupnya dicukupi oleh suaminya.

Kalau orang yang dimaqam ini ingin membuka usaha maka ini penurunan tingkat.
Misal wanita yg dicukupi suami segalanya cukup untuk kehidupannya, namun ingin membuka toko maka ini penurunan tingkat atau himmah.

Maqam tajrid lebih tinggi dari maqam usaha (ashbab).
Seperti Nabi Musa yang berada di maqam asbab, dan Nabi Khidr yang ada di maqam tajrid.
Dalam perjalanan mereka kelaparan, hingga sampailah di suatu kampung, namun orang di kampung tersebut tidak menjamu mereka. Disana ada bangunan yang ingin roboh, dengan tangannya dari jauh Nabi Khidir memperbaiki bangunan itu.
Nabi musa menegur Khidir, kenapa mau menolong sedangkan orang dikampung itu tiada yang mau menolong mereka dan Nabi Khidr diam saja..
Kemudian setelah itu, ada seseorang yg membawa 2 bungkus makanan. Untuk Nabi Khidr 1 bungkus, untuk Nabi Musa 1 bungkus. Ketika dibuka, punya Nabi Khidr serba matang dan siap santap, sedangkan punya Nabi Musa serba mentah dan perlu dimasak.

Orang yang sudah dicukupi rezekinya oleh Allah, rezeki lapang seperti hal diatas tadi, maka jangan lah berusaha.
Tanda seseorang salik berada pada maqam tajrid(meninggalkan usaha).
*Allah mudahkan baginya kecukupan.
*Hatinya kuat, ada atau tiada sama saja, tidak mengadu pada manusia, cukup Allah.
*Tiada tamak dari manusia dan tiada befikir meminta pada manusia.
*Waktunya bersih, penuh dengan ibadah pada Allah. Capek istirahat kemudian sambung ibadah.
*Merasa kaya dengan Allah.
*Menempatkan hajatnya kepada Allah, apa-apa bila ada masalah atau keperluan ia berdo'a melapor pada Allah.

Jika sudah demikian maka jangan buka usaha, tinggalkanlah usaha.

Apakah Alah meletakkan kita pada makam usaha, maka liatlah usaha kita.
Pabila Allah ingin kita pindah dari maqam berusaha, maka kita berusaha namun mau tidak mau harus maksiat, ibadah wirid tertinggalkan, makaa itu tanda Allah ingin kita pindah ke maqam tajrid(mrninggalkan usaha).
Selama usaha bagus maka teruskan berusaha, jika kurang bagus cari yang bagus, jika tiada lagi maka itu isyarat Allah menyururuh untuk meninggalkan usaha. Niscaya Allah akan menunjang memfasilitasi keperluannya.
Orang yabg berusaha atau tidak berusaha, mereka sama mempunyai peluang untuk bisa makrifat, tinggal di maqam mana Allah meletakkan dirinya.

Wednesday, October 4, 2017

Al Hikam ke-1 Oleh KH. Muhammad Bakhiet AM (3 Okt 2017)

Dalam masalah ilmu agama kita harus hati hati apalagi masalah ilmu tauhid. Apalagi kalau cuman mendengar lewat internet. Dipilih pilih yg mana yg bujur. Cara untuk berhati hati sudah dipadahakan ulama yaitu lihati kitab apa yang dibaca sidin pengarangnya siapa dan guru yg mengajari nya siapa. Biasanya ajaran yg kada bujur itu kadada keterangan kitabnya siapa gurunya siapa. Kada jelas.

Seperti kitab Alhikam/kumpulan mutiara hikmah. Kitab yg kita baca ini Pengarangnya Imam Ahmad Ibnu Athaillah Assakandari lahir tahun 658H di Iskandaria/mesir. Wafat 13jumadil Akhir 709 di Mesir. Berumur 51 tahun. Beliau berguru dgn Abu Abbas Almursyi, Abu Abbas berguru dgn Abu Hasan Assyadzili, kemudian Abu Hasan berguru dg Abdussalam kemudian berguru berguru dan berguru lagi sampai pada Syekh Abdul Qadir Jailani kemudian Syekh Abdul Qadir berguru dgn gurunya gurunya dan gurunya sampai pada Imam Hasan Basri, imam Hasan berguru pada Ali Bin Abi Thalib dan Ali berguru dgn Rosulullah Saw..

Hikam disyarah/ditafsirkan oleh 54 ulama.
Syarah Hikam yg ke-1

(( ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻻﻋﺘﻤﺎﺩ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻧﻘﺼﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﺎﺀ ﻋﻨﺪ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﺰﻟﻞ ))

"TANDA BERPEGANGNYA SESEORANG ATAS AMAL BERKURANGNYA HARAPAN KEPADA ALLAH KETIKA MELAKUKAN MAKSIAT"

Maksudnya adalah manusia itu ada 3 yaitu:

1. Berpegang atas amal.
Dia berpegang dengan amalnya, seperti solatnya puasanya zakatnya hajinya infak sedekahnya dll. Orang ini berharap masuk surga dan lepas dr neraka dgn amal amal nya solatnya puasanya dll. Supaya masuk surga lalu ia beramal kebaikan yg banyak. Supaya kd masuk neraka lalu ia beramal kebaikan yg banyak. Bila ia maksiat hatinya berkurang harap masuk surga. Bila taat betambah harap masuk surga. Ia mengandalkan amal semata mata. Ini didalam tasawuf dicela. Kada bagus. Kenapa ? Karena dia menganggap bahwa dirinya yg beramal. Dia menganggap bahwa dirinya yg kawa dan kuasa sedekah puasa solat dll. Kalau kita merasa kita mampu berarti kita bertentangan dgn kalimat laahaula walaa quwwata illa billahil aliyil adzim yg arti nya tiada daya upaya melainkan dr Allah. Padahal setiap hari kita mengucapkan kalimat ini namun nyata nya kita sendiri yg melanggarnya karena kita merasa mampu utk ibadah tanpa memandang ibadah kita itu dr Allah jua. Orang orang yg berpegang dgn amal ini kada akan lepas dr penyakit hati. Dia sering sholat puasa, banyak zikir kemudian ketika ia dapat musibah ia bingung kenapa bala datang kepadanya padahal ia banyak solat sering baca quran zikir dll. Itu pang orang yg kd be amal kenapa hidup nya nyaman aja kd kena bala. Atau ia meremehkan orang yg sedikit beramal. Ikam berapa juz baca quran hari ini. Aku sejuz jar kawan nya. Aku 10 juz jar nya. Inya meremehkan kawan nya yg beramal yg lbh sedikit dari pd dia karna dia merasa ia beramal tu karena kekuatan dirinya sendiri.

2. Manusia yg berpegang atas rahmat Allah. Orang ini beramal puasa zakat sedekah dll. Tapi dia ingin masuk surganya berharap hanya pada rahmat Allah aja. Bukan pada amal nya. Menurut orang tasawuf orang ini pun kada baik jua karena masih menuntut bagian diri (ingin masuk surga). Sudah di tolong kawa ibadah, handak minta surga ha pulang. Ibadah nya kd murni lagi. Misal ada si A yg membari gelapung gula pisang lawan si B.. lalu si A nyruh si B meolah wadai. Kemudian ketika wadai nya masak itu gasan si B jua yg memakan. Jd bahan2nya sudah dibari. Yg memakan si B jua. Patut lah masih si B ini minta upah pulang lawan si A. Upah meulahkan wadai nya padahal wadai tadi gasan si B jua yg memakan bahkan si A yg membari bahannya. Masa minta upah lagi. Ini lah perumpamaannya kita kawa ibadah itu Allah yg memberi kekuatannya. Allah yg menggerakkan nya. Dan ibadah kita itu untuk kita sendiri juga. Masa kita masih meminta upah dgn Allah. Masih mengharap harap surga Allah. Padahal beramal pun kita tak mampu kecuali di tolong oleh Allah.

3. Orang yg berpegang atas Allah. Dia tidak berharap kecuali Allah dia tidak bergantung dan berharap kecuali Allah. Ia tidak menoleh kecuali pd Allah. Kd peduli ia dengan surga dan neraka. Pokok nya ia beramal karena Allah semata. Inilah kedudukan orang yang makrifat kepada Allah. Makam ini/kedudukan ini yg harus kita capai sebelum mati. Yg apabila solat puasa zakat dll semata krna Allah. Masuk neraka kah surga kah terserah Allah. Inya kd peduli. Yg penting Allah ridha padanya. Karena ia merasakan daya upaya Allah dlm setiap amal nya.

Selanjutnya hikmah ke-2 InsyaAllah

Saturday, September 23, 2017

Pesan Broadcast Kang Spurwnto

Spurwanto5: 1.413.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang InsyaAllah diMuliakan ALLAH SWT.

KISAH PENGEMIS DAN BAJU RASULULLAH SAW.

Seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah SAW.

Ia berkata :
Yaa Rasulullah, Aku ingin meminta sedekah darimu.

Rasulullah bersabda :
Wahai Aisyah berikan baju itu kepadanya.

Sayyidah Aisyahpun melaksanakan perintah suaminya.

Dengan hati gembira, pengemis itu menerima pemberian Nabi. Ia langsung pergi ke pasar dan berseru menawarkan baju tersebut dikeramaian pasar.

Siapa yang mau membeli baju Rasulullah SAW ?.

Maka berkumpullah dengan cepat orang2 ingin membelinya.

Seorang pria yang matanya buta mendengar seruan tersebut. Lalu ia menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta.

Ia berkata kepada budaknya :
jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka.
Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Dan menyerahkan baju itu kepada tuannya.

Pria yang bermata buta itu sangat gembira.
Sambil memegang baju Rasulullah SAW, ia berdoa :

YAA RABB.
Dengan Hak Rasulullah SAW dan Keberkahan baju Rasulullah SAW yang suci ini, maka kembalikanlah pandanganku.

Dengan ijin ALLAH, seketika itu juga, orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, ia pergi menghadap Rasulullah SAW dengan penuh gembira.
Ia menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW hingga beliau tertawa dan tampak gigi gerahamnya.

Pria itu berkata :
Wahai Rasulullah,
Kini mataku sudah bisa melihat kembali.
Dan aku akan mengembalikan bajumu ini sebagai hadiah dariku.

Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Aisyah :
Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah.
Dengan berkah-NYA, ia telah membuat
Orang yang miskin menjadi kaya,
Menyembuhkan mata orang yang buta,
Dan Memerdekakan budak,
Dan kini baju itu kembali lagi kepada kita.

SubhaanAllah, begitulah keuntungan orang bersedekah.

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami. InsyaAllah.

Semoga ALLAH SWT MERIDHOI kita. Aamiin.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.
Spurwanto5: 1.414.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang InsyaAllah diMuliakan ALLAH SWT.

DOA DAN KEMULIAAN PUASA TARWIYYAH DAN PUASA AROFAH.

Setiap Surat, Ayat, Ibadah dan Amalan mempunyai Kemuliaan.

Kemuliaan Puasa Tarwiyyah adalah dihapuskannya Dosa selama satu tahun.

Sementara Puasa Arofah mempunyai Kemuliaan dihapuskannya Dosa setahun sebelumnya, dan satu tahu yang akan datang.

Namun Bagi yang melaksanakan keduanya, akan ALLAH SWT Anugerahi dengan 10 macam kemuliaan, yaitu :

1. ALLAH akan memberi keberkahan pada kehidupannya.
2. ALLAH akan menambah hartanya.
3. ALLAH akan menjamin kehidupan rumah tangganya.
4. ALLAH akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.
5. ALLAH akan melipat gandakan amal dan ibadahnya.
6. ALLAH akan memudahkan kematiannya.
7. ALLAH akan menerangi kuburnya selama di alam Barzah.
8. ALLAH akan memberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.
9. ALLAH akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukan di dunia ini.
10. ALLAH akan menaikkan martabatnya di sisi-NYA.

Semoga ALLAH SWT Masukan kita ke dalam golongan hamba2 yang mampu meraihnya. Aamiin.

NIAT/ Do'a Puasa Tarwiyyah :

ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﺗﺮﻭﻳﻪ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

NAWAITU SAUMA TARWIYYAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH

Saya niat puasa Tarwiyayh, sunnah karena ALLAH TA'ALA.

Do'a Puasa Arofah :

ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.                         

NAWAITU SAUMA AROFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH

Saya niat puasa Arofah, sunnah karena ALLAH TA'ALA.

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami. InsyaAllah.

Semoga ALLAH SWT Senantiasa Mencurahkan Rahmat-NYA kepada kita dan Keluarga tercinta. Aamiin.

Wallahu a'lam bishshawwab.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.
Spurwanto5: 1.411.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang InsyaAllah diMuliakan ALLAH SWT.

MENGENANG KETAATAN NABI IBRAHIM, DENGAN PUASA TARWIYAH DAN AROFAH.

Nabi Ibrahim 'alaihi sallam, adalah salah satu Utusan ALLAH SWT yang diberikan banyak Ujian berat.
Dari mulai dibakarnya beliau oleh Raja Namrud, hingga tidak diberikannya keturunan sampai usia lanjut.

Namun beliau tetap patuh dan taat menyembah ALLAH SWT, Sang Pencipta Manusia dan Alam Semesta.

Sampai2 beliau bernazar, andaikan ALLAH SWT Memerintahkan untuk menyembelih anaknyapun akan beliau lakukan.

Karena itulah ALLAH SWT kembali menguji Keteguhan Imannya.

Pada malam 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim a.s bermimpi, mendapat perintah untuk menyembelih Putranya, Nabi Ismail a.s.

Untuk memastikan bahwa mimpinya adalah Perintah ALLAH SWT (bukan dari setan), pada tgl 9 Dzulhijjah beliau berdoa, Dan mendapatkan petunjuk bahwa Perintah tersebut benar2 dari ALLAH SWT.

Puasa Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan kepada kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji, agar dapat merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan para Jama’ah Haji.

Keutamaan puasa sunah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arafah (9 Dzulhijjah) yang bertepatan tgl 30 dan 31 Agustus 2017, adalah :

1. Puasa Tarwiyah  dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.

2. Sedangkan puasa hari Arafah , dapat menghapus dosa dua tahun (1 tahun lalu dan 1 tahun yang akan datang).

صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ، وَصَوْمُ يَوْمِ عَرفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ

Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan Puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun.
(Diriwayatkan Imam Ad-Dailami, Imam Suyuthi, dan Ibn Hibban)

Semoga kita mampu meneladani Ketaatan Bapak Para Nabi, Ibrahim 'alaihi sallam dan istrinya Siti Hajar r.ah serta Puteranya Nabi Ismail a.s. Aamiin.

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami. InsyaAllah.

Barakallahu fiikum.

Wassalamu' alaikum Wr Wb.
SPurwanto.
Spurwanto5: 1.415.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang InsyaAllah diMuliakan ALLAH SWT.

DOA MENYEMBELIH HEWAN KURBAN.

Memotong hewan Kurban merupakan salah satu amalan yang dilakukan Umat ISLAM di Hari Raya IDUL ADHA dan 3 hari sesudahnya.

Penyembelihan hewan kurban Haruslah dilakukan setelah SHOLAT IDUL ADHA.

Rasulullah SAW Bersabda :
Barangsiapa yang menyembelih Kurban sebelum Sholat Idul Adha, maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri.

Barangsiapa yang menyembelih setelah Shalat (Idul Adha), maka ia telah menyempurnakan manasiknya dan ia telah melakukan Sunnah Kaum Muslimin.
(HR BUKHARI No. 5546).

Ada 3 Doa Yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat memotong hewan korban.

1. Rasulullah SAW telah memerintahkan untuk didatangkan kepadanya seekor kibas (domba) yang hitam.
Kemudian Rasulullah SAW menyembelihnya dengan mengucapkan :

BISMILLAH, ALLAHUMMA TAQABBAL MIN MUHAMMADIN,
WA AALI MUHAMMADIN,
WA MIN UMMATI MUHAMMADIN.

Dengan nama ALLAH,
Yaa ALLAH, Terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad
serta dari Ummat Muhammad.
(HR AHMAD, MUSLIM, ABU DAWUD). 
 
2. Dalam riwayat lain disebutkan, Rasulullah SAW berkurban dengan dua kibas yang berwarna putih campur hitam dan bertanduk.

Kemudian Anas r.a mengatakan :
Aku melihatnya menyembelih keduanya dengan tangannya, dan aku melihat beliau meletakkan kakinya di atas kedua pipi (kibas) sambil mengucapkan :

BISMILLAHI, WALLAHU AKBAR.

Dengan Nama ALLAH, ALLAH Maha Besar.
(HR MUSLIM, 3/1557).

3. Dalam riwayat Baihaqi dengan memakai tambahan :

BISMILLAHI, WALLAHU AKBAR.
ALLAHUMMA MINKA WA LAKA.

Dengan Nama ALLAH, ALLAH Maha Besar.
Ya ALLAH, dari-MU dan untuk-MU.

(HR BAIHAQI 9/278).

Semoga ALLAH SWT MERIDHOI kita, dan MEMBERIKAN Keberkahan pada yang berkorban serta yang menerimanya. Aamiin.

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami. InsyaAllah.

Barakallahu fiikum.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.

Padang Arafah, 9 Dzulhijjah 1438 H
Spurwanto5: 1.416.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang InsyaAllah diMuliakan ALLAH SWT.

INGIN MAKIN DAGING SEPERTI TETANGGANYA.

Dalam sebuah Tausyahnya, Ustad Hasan Chalid menceritakan,

Alkisah, ada seorang fakir miskin yang seing melewati jalan Kota Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang memakan daging. Dia merasa sedih karena jarang sekali bisa memakannya.

Sampai di rumah ia merasa kesal, karena istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan terpaksa, iapun memakannya, dan membuang kulitnya ke luar jendela.

Dia berkata pada istrinya :
Bagaimana hidup kita ini...?
Orang-orang makan daging, kita masih saja makan kedelai.

Tak lama kemudian, diapun pergi keluar rumah.
Alangkah terkejutnya, ketika melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memunguti kulit-kulit kedelai dan memakannya seraya berkata :

Segala Puji bagi ALLAH SWT yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga.

Mendengar ucapan lelaki tua itu, diapun meneteskan air mata, seraya berkata :
Yaa ALLAH, Mulai detik ini, aku rela dengan apapun yang ENGKAU Berikan.

ALLAH SWT Telah Menetapkan besar kecilnya Rejeki kita.
Kewajiban kita hanyalah berusaha, soal hasil, DIAlah yang menentukannya.

Rejeki itu yang penting mengalir. Tapi jangan harap mengalir seperti banjir, karena kalau tak bisa berenang kita bisa tenggelam karenanya.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a, berkata :

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ

Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke perutnya, maka nilai orang itu tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya.
Na'uudzubillaahi mindzaalik.

Jangan lupa perbanyak TAKBIR, hingga ALLAH SWT Mendatangkan RIDHO-NYA kepada kita.
Aamiin..

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami. InsyaAllah.

Barakallahu fiikum.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.

Mina, 10  Dzulhijjah 1438 H
31 Agustus 2017.
Spurwanto5: 1.417.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang diMuliakan ALLAH SWT.

SEDEKAH ITU TAK MENGURANGI HARTA KITA

Seorang kaya yang mendekati ajalnya,  membagikan warisan 19 ekor kerbau kepada  3 orang anaknya :

1/2 untuk anak pertama,
1/4 untuk anak kedua,
1/5 untuk anak ketiga.

Setelah sang ayah meninggal, ketiganya membagikan kerbau sesuai pesan ayah mereka.

Tetapi mereka menemukan kesulitan, karena masing2 akan mendapatkan bagian kerbau yang tidak utuh.

Tidak ada yang mau mengalah, semua ingin mendapatkan bagiannya secara utuh.

Kabar tentang pertengkaran merekapun terdengar oleh seorang tua miskin yang hanya mempunyai 1 ekor kerbau.

Karena prihatin melihat pertengkaran anak orang kaya tersebut, akhirnya ia menemui mereka untuk memberikan kerbaunya, agar semua anak mendapat bagian yang utuh.

Sekarang kerbau yang akan dibagi itu berjumlah menjadi 20.

Anak2 orang kaya itupun setuju dan langsung membaginya :

Anak pertama mendapat :
1/2 dari 20 = 10 ekor

Anak kedua mendapat : 
1/4 dari 20 = 5 ekor.

Anak ketiga mendapat :
1/5 dari 20 = 4 ekor.

Dengan demikian masing2 anak mendapatkan bagian yg utuh.

Anehnya, setelah kerbau itu dibagi, masih tersisa satu ekor (20-19 = 1). 

Akhirnya, anak orang kaya tersebut, sepakat mengembalikan sisanya yg seekor, kepada orang tua miskin tadi.

SUBHAANALLAH, Ternyata SEDEKAH ITU TIDAK MENGURANGI MILIK KITA.

Semoga sesulit apapun keadaannya, kita tetap mampu bersedekah walau tak seberapa.

Andaikan masih ada sedikit rasa bangga dan riya', tetaplah lakukan.

InsyaAllah lambat laun perasaan itu akan hilang, dan baiknya ikut terus sampai kuburan, menjelma menjadi mahluk yang tampan.

Bila kita batal sedekah hanya karena takut dibilang riya'. Setanlah yang menang karena berhasil menjadikan kita sebagai temannya di Neraka Jahanam.

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami. InsyaAllah.

Semoga ALLAH SWT MERIDHOI kita. Aamiin.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.

Mina, 11 Dzulhijjah 1438 H
Spurwanto5: 1.418.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang InsyaAllah diMuliakan ALLAH SWT.

BACAAN DAN BATAS WAKTU TAKBIR HARI RAYA IDUL ADHA.

Usai Sholat Ashar di sebuah Masjid, Sang Imam langsung bertakbir.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...
wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.

Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal - kaafiruun
Walau karihal munafiqun
Walau karihal musyriku

Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah.

Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Sebagian mengikuti, sebagian terdiam, namun ada juga yang langsung pergi sambil berteriak "belajar ngaji dimana tuh".

Akhirnya TAKBIR pun dihentikan.

Benarkah TAKBIR setelah Sholat Ashar Hari keempat HARI RAYA IDUL ADHA tidak diperbolehkan ?.

Setelah ALLAH SWT Mewajibkan seluruh manusia Ciptaan-NYA Berpuasa, ALLAH Kembali Memerintahkan agar kita Mengagungkan ASMA-NYA.

ALLAH SWT Berfirman :
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan ALLAH atas petunjuk-NYA yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
(AL BAQARAH QS.2:185).

Nabi Muhammad SAW-pun bersabda :
Perbanyaklah membaca Takbir pada malam HARI RAYA (Fitri dan Adha) karena dapat melebur dosa2.

Kapan kita Mulai dan Berhenti bertakbir  IDUL ADHA ?.

Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad dari Ali r.a,
Dia bertakbir SEJAK SHOLAT FAJAR HARI AROFAH SAMPAI SHOLAT ASHAR Akhir Hari NAHR/ HARI TASYRIQ (13 Dzulhijjah).

Berdosakah mereka yang bertakbir ?.
Tentu saja tidak, karena hukumnya Sunah.

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami, InsyaAllah.

Semoga ALLAH SWT SENANTIASA MEMBIMBING DAN MERIDHOI kita. Aamiin.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.
Spurwanto5: 1.420.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang InsyaAllah diMuliakan ALLAH SWT.

NAMA2 NERAKA DAN PARA PENGHUNINYA. 

Yazid Ar-Raqqasyi dari Anas bin Malik r.a berkata :

Sewaktu Jibril menceritakan kepada Nabi SAW mengenai Neraka. Jibril menerangkan tujuh Pintu Neraka dan para penghuninya :

Pintu Terbawah bernama AL HAWIYAH.
Untuk orang2 munafik dan kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa a.s serta keluarga Firaun.

Pintu Kedua bernama JAHIM.
Untuk orang2 musyrikin.

Pintu Ketiga bernama SAQAR.
Untuk orang2 shobiim.

Pintu Keempat bernama LADHA.
Untuk Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi.

Pintu Kelima bernama HUTHOMAH.
Untuk orang2 Yahudi.

Pintu Keenam bernama SA'IER.
Untuk orang kristian (Nasara).

Kemudian Jibril terdiam seketika, hingga Nabi Muhammad SAW bertanya :

Mengapa engkau tidak terangkan Penduduk Pintu Ketujuh ?.

Maka Jibril menjawab :
Di dalamnya orang2 yg berdosa besar dari umatmu yg sampai mati belum bertaubat.

Maka Nabi SAW jatuh pingsan, hingga Jibril meletakkan kepala Nabi di pangkuannya sampai sadar kembali.

Setelah sadar Nabi bersabda :
Ya Jibirl sungguh besar kerisauanku, apakah ada seorang dari umatku akan masuk ke dalam Neraka ?.

Ya, orang2 yg berdosa besar dari umatmu. Jawabnya.

Kemudian Nabi SAW menangis, Jibrilpun menangis.

Lalu Nabi SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk Sholat kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang.

Apabila Sholat, beliau selalu menangis dan berdoa kepada ALLAH SWT.

Sahabat Umar dan Salman Al-Farisipun datang ke rumah baginda tapi tidak dapat bertemu Nabi.

Baginda Nabi SAW menangis di dalam rumahnya selama beberapa hari hingga sebam mukanya karena membayangkan umatnya.

Betapa mengerikannya siksa yg dihadapi oleh umat Rasulullah SAW.
Betapa sayangnya Nabi terhadap kita.

Semoga kelak, kita dikumpulkan bersama Rasulullah SAW. Aamiin.

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.
Spurwanto5: 1.422.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang diMuliakan ALLAH SWT.

BILA SAAT TAWAF KENTUT, BERWUDHULAH LAGI DI BAWAH TANGGA DEKAT HALAMAN KA'BAH.

TAWAF adalah Sholat, begitu Sabda Manusia Mulia yang tubuhnya Indah bercahaya, Nabi Muhammad SAW. Sehingga apabila pada putaran ketiga kentut, maka ia harus berwudhu lagi dan mengulanginya dari putaran ketiga, yang dimulai dari Hajar Aswad.

Berwudhu hukumnya WAJIB bila mengerjakan yang Fardhu, dan SUNAH bila mengerjakan hal2 sunah.

Wudhu menjadi Fardhu/ Wajib ketika seseorang akan melakukan hal2 sbb. :

1. Melakukan Shalat
Baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Termasuk juga di saat Sujud Tilawah.

ALLAH SWT Berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan Sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki... (AL MAIDAH QS.5: 6)

Dari Abi Hurairah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda :
Tidak ada shalat kecuali dengan wudhu'. Dan tidak ada wudhu' bagi yang tidak menyebut nama ALLAH.
(HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Sholat kalian tidak akan diterima tanpa kesucian (berwudhu).
(HR Bukhari dan Muslim).

2. Untuk Memegang MUSHAF AL QUR'AN.
Ulama menyebut hanya MUSHAB atau KITAB AL QUR'AN.

ALLAH SWT Berfirman :
Tidak ada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.
(AL WAQI'AH QS.56:79).

Rasulullah SAW Bersabda :
Tidaklah menyentuh AL QUR'AN Al-Kariem kecuali orang yang suci.
(HR Ad-Daruquhtny dan Ibnu Hajar)

3. SAAT MELAKUKAN TAWAF DI SEPUTAR KA'BAH
Jumhur ulama mengatakan bahwa hukum berwudhu untuk Tawaf di Ka'bah adalah Fardhu.

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda :
Tawaf di Ka'bah itu adalah sholat, kecuali ALLAH telah membolehkannya untuk berbicara saat Tawaf.
Siapa yang mau bicara saat tawaf, maka bicaralah yang baik-baik.
(HR Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Tirmizy)

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami.

Semoga ALLAH SWT MERIDHOI kita. Aamiin.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.
Spurwanto5: 1.423.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang diMuliakan ALLAH SWT.

AWAL TAHUN BARU, MARI KITA PERBAIKI DENGAN NIAT YANG BARU.

Syukur Alhamdulillah kita masih ALLAH Beri kesempatan bertemu dengan Tahun 1439 HIJRIYAH yang merupakan Tahun Barunya Umat Islam.

Ditahun Baru mari kita Tanamkan Niat Yang Baru, sebagaimana kita memperbarui Wudhu.

Rasulullah SAW bersabda kepada sahabatnya, Abu Dzar Al-Ghifari r.a :

Wahai Abu Dzar,
Perbaharuilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam.

Perbaharui perahumu, maksudnya perbaikilah niatmu dalam setiap amalan agar engkau memperoleh pahala dan selamat dari siksa ALLAH SWT.

Hanya dengan Niat yang IKHLAS karena ALLAH TA'ALA, kita akan Memperoleh RIDHO-NYA. Dan hanya ALLAH SWT dan yang orang bersangkutanlah yang tahu IKhlas tidaknya.

AKHERAT adalah Ibarat Lautan yang sangat dalam. Perjalanannya jauh, rintangannyapun sulit di atasi. Ombaknya yang besar serta gunung2 karang yang tak terlihat mata.
Semua itu menjadikan kita harus selalu waspada.

Bersyukur bagi para Guru dan Ulama serta mereka yang Istiqomah menjalaninya.

Namun bagi kita yang Imannya masih lemah, pasang surut bagaikan air lautan, tentu harus menanamkan kembali Niat Yang Baru.

Semoga Tahun ini kita bisa Istiqomah dalam :
Sholat berjamaah di Masjid,
Membaca AL QUR'AN,
Berdzikir dan Bersholawat Nabi,
Bersedekah,
Sholat Dhuha,
Sholat Tahajud,
Puasa Senin Kamis,
Menjaga Wudhu,
Mengunjungi sanak famili,
Mencium Tangan dan Mendoakan Orang tua dan guru,
Mendoakan orang yang pernah membahagiakan kita.
Dan Berbagai macam Kebaikan lainnya.

Hingga ALLAH SWT Membuka Pintu2 Rejeki kita.
Bisa untuk membayar hutang,
Membantu orang yang membutuhkan,
Berangkat Umroh dan Haji,
Serta membeli kendaraan yang dapat digunakan untuk Kemaslahatan UMAT ISLAM.
Aamiin.
AL FAATEHAH.

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami, InsyaAllah.

Semoga ALLAH SWT MENCURAHKAN RAHMAT, HIDAYAH DAN LINDUNGAN-NYA kepada kita. Aamiin.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.
Spurwanto5: 1.424.a. Assalamu'alaikum Wr Wb Saudaraku yang diMuliakan ALLAH SWT.

KITA TAK TAHU, SIAPA YANG AKAN MEMAKAI BARANG YANG KITA BELI.

Sore itu terlihat seorang tukang ojek seperti sedang mencari sesuatu.
Imanpun langsung mendekat dan bertanya, ada yang dicari bang ?.
Iya Pak mau numpang Sholat, ada Mushola gak ya ?.

Oh ada Pak, ayo ikut saya, tawar Iman sambil kembali ke Mushola yang baru saja ditutupnya.

Tanpa diduga si tukang ojek langsung membuka lemari tempat disimpannya mukena, seakan sudah terbiasa mengenakan kain bersih yang disediakan pihak Mushola.

Cari apa Pak, tanya Iman.
Mau pinjam sarung Pak.
Karena tidak ditemukan, si tukang ojekpun langsung mengambil bawahan mukena sebagai pengganti sarung. Karena ia yakin celananya terkena najis.

Untuk menghindari anehnya seorang pria Sholat menggunakan bawahan mukena.
Imanpun langsung memberikan celana putihnya, agar bisa digunakan untuk Sholat.

Usai Sholat.
Situkang ojek langsung memberikan hadiah minyak wangi kepada Iman. Biasanya saya beli Hajar Aswad Pak, tapi kehabisan. Jadi saya beli yang ini. Alhamdulillah Iman suka dengan wanginya.

Iman tak berani menolak pemberiannya.
Sebagai gantinya Iman kembali memberinya Surban putih kesukaanya. Semoga saja, bisa menjadi alas Sholat dalam kondisi darurat.

Saudaraku,
Kadang kita tak pernah tahu, kemana kaki kita akan melangkah, dan dimana kita akan melakukan Ibadah yang lima waktu.

Kitapun tak pernah tahu, mengapa kita membeli barang yang tak pernah kita beli dan siapa yang akan memakainya.

Iman memang berencana ingin memberikan surban itu, karena telah membeli yang baru.
Tapi entah kepada siapa.

Kita baru tahu jawabannya setelah semuanya itu terjadi.

SubhaanAllah.
Betapa ALLAH SWT Maha Mengatur Segalanya.
Mempertemukan hamba-NYA dan saling memberikan sesuatu tanpa rencana.

Ad PIN D543076C atau WA 085885647900 utk berbagi Kisah Islami, InsyaAllah.

Semoga ALLAH SWT MERIDHOI kita. Aamiin.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
SPurwanto.

Sunday, August 27, 2017

INDAHNYA AHLAK RASULULLAH SAW SAAT MEMAKAN JERUK ASAM


Saat Rasulullah SAW duduk bersama para sahabat, datanglah seorang wanita kafir qurais memberi sebuah jeruk.

Baginda menerimanya dengan senyum gembira, dan memakannya seulas demi seulas.

Biasanya Rasulullah SAW selalu makan bersama para sahabat, namun kali ini tak seulaspun yang diberikan kepada mereka.

Para Sahabat merasa heran dengan sikap Rasulullah SAW.

Mereka lalu bertanya :
Ya Rasulullah, tak seperti biasanya, engkau memakannya sendiri ?.

Rasulullah SAW-pun menjawab :
Ya, biasanya aku memang selalu berbagi, karena manis rasanya.

Tetapi karena jeruk tadi sangat asam,  biarlah aku nikmati sendiri.

Selain engkau tidak akan suka, akupun khawatir, jika di antara kalian ada yang mengenyitkan mata dan memarahi wanita itu, hingga membuatnya malu.

Begitulah Indahnya akhlak Manusia Mulia, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Satu-satunya manusia yang tak mempunyai bayangan, karena cahaya tubuhnya. 

Beliau tidak mengecilkan pemberian orang, walaupun barang itu tidak baik, dan berasal dari bukan orang Islam.

Akhirnya, Wanita kafir Qurais yang semula bermaksud  mempermalukan Rasulullah dan para sahabat itupun pulang dengan perasaan malu.

Saudaraku,
Begitulah jiwa seorang Pemimpin Islam. Selalu berbagi saat mendapatkan hal yang menyenangkan.
Namun menelannya sendiri, saat mendapatkan hal yang tak mengenakkan.

Bahkan kepada orang yang bermaksud mempermalukannyapun, beliau tetap tersenyum dan menjaga perasaannya.
SubhaanAllah.

Yaa Nabi Salam Alaika,
Yaa Rasul Salam Alaika,
Yaa Habib Salam Alaika,
Sholawatullah Alaika.

Wahai Nabi,
salam sejahtera bagimu,
Wahai Rasul,
salam sejahtera bagimu
Wahai Kekasih,
salam sejahtera bagimu,
Sholawat ALLAH bagimu.