Friday, March 3, 2017

Fasal Taubat intisari Pembahasan Tajul 'Arus


Taubat fundasi amal, taubat bisa diartikan pembersih. Diri dan hati yang bersih karena taubat maka Allah akan meletakkan dalam hati kita ilmuNya, meletakkan makrifat dan sesuatu yang mulia.

Mintalah ampunan kepada Allah tiap waktu, siang, malam, pagi dan petang.
Karena Allah suka terhadap orang yang bertaubat. Orang yang bertaubat akan pasti mendapat untung dihari kemudian.
Allah juga mengasihi hamba yang banyak taubat, dan bersuci daripada segala dosa dan kesalahannya.
Sabda Nabi "... orang yang bertaubat kekasih Allah".

Bahwa sanya Hati Nabi diliputi dengan cahaya, sehingga tidak ada maksiat yang di lakukan beliau, dan beliau minta ampun 70x sehari.
Apabila Nabi demikian, apalah lagi hamba yang hatinya dikelilingi oleh gelapnya dosa dan maksiat setiap hari.
Taubat itu hukumnya wajib, dan menyegerakan itu wajib.
Jika kita memperbuat dosa dan menunda taubat, maka kita mendapat dua dosa, dosa maksiat dan menunda taubat.

Jika hendak taubat, maka tafakkurlah dulu. Pikirkan sepanjang masa umurmu jika tidak pernah bertaubat sebelumnya. Lain halnya dengan orang yang mengekali taubat setiap waktu.
Jika sudah engkau pikirkan hari mu itu untuk di taubati, jika ada kau dapati taat dan amal kebaikan, maka syukurlah atas taat dan ibadat itu. Syukur karena diberi taufik, hidayah, dan anugerah untuk taat itu. Karena syukur adalah pengikat nikmat. Insyaallah esok dan seterusnya diberi Allah lagi. Inilah gunanya ingat kebaikan.

Jika dapat maksiat dan dosa, maka celakan dan hinakan nafsu itu karena membuat maksiat iu, merasa rugi, jahat kemudian taubat lah. Karena orang yang bertaubat sebenarnya sesuai syaratnya pasti diterima Allah. Orang yang taubat sama dengan orang yang tidak berdosa lagi.

Orang yang berbuat maksuat itu yang paling bermanfaat baginya duduk menghadap Allah, merasakan kebodohan dirinya, kerugian dirinya, kehinaan dirinya dan minta ampun kepada Allah Swt.

Tetapi jika tidak menghinakan dan merasa diri tercela, padahal berbuat salah, malah tertawa dan gembira atas dosa. Maka seperti itu menambah akan dosa ddan membesarkan dosa tadi.
Dosa kecil jadi besar dengan sebab dibanggakan, diremehkan, diulang-ulang tiada taubat, di lakukan oleh orang yang jadi panutan.

Setelah mencela, bersungguh2 lah dan bersedih, dan menghinakan dirilah seolah kehilangan anak yang disayangi. Macam itulah duka cita ketika kita telanjur melakukan maksiat. Inilah tolak ukurnya.
Jika kau buat yang demikian itu, maka dengan duka cita itu digantikan oleh Allah menjadi kegembiraan , kegelapan menjadi cahaya, hijab dibuka di dunia dan akhirat.

Apabila ada seorang wakil untukmu dalam berdagang. Kita suruh ia menunggu toko tiap hari, maka ia datang sore dengan catatan lengkap transaksi yang bagus. Maka kau tidak perlu lagi menghitung satu persatu hasil yang diperoleh.
Apabila tidak ada wakil kita, atau wakil kita tidak mencatat transaksi. Maka kita akan menghitung sendiri dengan teliti.
Begitulah orang yang menghisab dirinya, mentafakkuri harinya, bersyukur atas yg baik, dan bertaubat atas maksuat hari itu. Maka diakherat hisab Allah akan mudah bahkan boleh jadi tidak dihisab lagi.

Ada orang yang menghisab tiap setelah shalat, ada yang 24 jam sekali, ada yang 2 kali sehari tergantung masing2. Yang terpenting kita disuruh menghisab diri terlebih dahulu di dunia ini. Supaya diakherat nanti kita tidak akan dihisab oleh Allah Swt.

Thursday, March 2, 2017

Baca Teks Syair Qasidah Lirik La ilaha illa Allah (Allah Allah)


ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎﻣﻮﻟﻨﺎ
Lâ ilâha illâ Allâh .. Allâh Allâh yâ Maulânâ

ﻻ ﺍﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻏﻔﺎﺭ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ
Lâ ilâha illâ Allâh .. Allâh Allâh ghoffârudz-dzunûb

ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎﻣﻦ ﺣﺒﻪ ﻳﺸﻔﯽ ﺍﻟﺴﻘﺎﻡ
Yâ Rosûlallâh yâ man hubbuhu yasyfîs-siqôm

ﺃﻧﺖ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺷﻔﻴﻊ ﻟﻠﻮﺭﯼ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺰﺣﺎﻡ
Anta wallâhi syafî’un lil warô yaumaz-zihâm

ﮐﻞ ﻣﺪﺍﺡ ﻟﻄﻪ ﺃﺑﺪﺍ ﻟﻴﺲ ﻳﻀﺎﻡ
Kullu muddâhin lithôha abadân laisa yudlôm

ﻗﺪ ﺣﺒﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺎﻫﺎ ﻓﺴﻤﺎ ﺃﻋﻠﯽ ﻣﻘﺎﻡ
Qod habâhullâhu jâhân fasamâ a’lâ maqôm

ﻳﺎﺍﺑﺎ ﺍﻟﺰﻫﺮﺍﺀ ﺇﻧﯽ ﻓﯽ ﻫﻮﺍﮐﻢ ﻣﺴﺘﻬﺎﻡ
Yâ Abâz Zahrô-i innî fî hawâkum mustahâm

ﻧﻈﺮﺓ ﻣﻨﻚ ﺇﻟﻴﻨﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺒﺪﺭ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ
Nadhrotan minka ilainâ ayyuhâl badrut-tamâm

ﻧﺤﻦ ﻟﺬﻧﺎ ﺑﺤﻤﺎﮐﻢ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎﺧﻴﺮ ﺍﻷﻧﺎﻡ
Nahnu ludznâ bihimâkum wallâhi yâ khoirol anâm

ﺃﻧﺖ ﺑﺪﺭ ﺃﻧﺖ ﺷﻤﺲ ﺃﻧﺖ ﻓﯽ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺇﻣﺎﻡ
Anta badrun anta syamsun anta fiddunyâ imâm

***
Sumber: Evergreen Qosidah

Tonton Video Qasidah Syair Laa ilaha ilallah Yaa Maulana ar Raudhah Sekumpul.

Intisari Penyampaian Habib Ahmad Bin Husin al Aidid

Datangnya kita ke majelis ilmu dan dzikir adalah karena semata mata taufik dari Allah, anugerah dari Allah.
Tidakkan sanggup orang berkata diam, duduk kecuali itu adalah taufik dari Allah. Ini adalah rukun iman terhadap qadar baik dan buruk.
Allah tentukan qadar kita dari sejak dalam kandungan, takdir rezeki, umur, dan ditentutkan pekerjaan org beruntung dan celaka.
Orang yang ditakdirkan dalam surga dan keberuntungan, maka dimudahkan dalam kebaikan. Lihatlah kemana kecondrongan diri kita, apakah condrong kearah kebaikan atau sebaliknya.
Jika vondrong kepada kebaikan maka itu mendekatkan dengan surga
Jalan surga adalah jalan yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Beliau pemimpin orang2 di dalam surga..
Ketika orang masuk surga orang merasa mulia. Namun ketika Rasululah masuk kedalam surga, maka surga merasa mulia karena di masuki oleh Rasulullah Saw.

Tanda apabila Allah ingin memuliakan seseorang akan Allah mudahkan jalan kepada kebaikan dan jalan keridhaanNya.

Nabi menegaskan bahwa jalan mendekatkan dengan surga adalah mudah, bagi orang yang dimudahkan Allah.
Mendatangi majelis ilmu dan dzikir.
Janganlah merasa kehendak kita lah yang membuat kita datang ke majelis itu, maka kita terdinding dari mengenal Allah.
Karena itu adalah taufik dari Allah yang membuat hati kita ingin datang, kaki kita berjalan menuju majelis dan sebagainya.
Berapa banyak kaum muslim yang tidak bisa datang ke majelis dalam sebulan, walau hanya sekali. Ini karena tertutup hatinya dari taufik Allah. Mereka berpaling dari Allah, dan Allah tidak menyukai mereka.

Maka bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita taufik untuk hadir dalam majelis ilmu dan dzikir.
#Buah dari majelis ilmu dan dzikir terkumpul dalam 2 bagian:
*Menguatkan iman, keyakinan dalam hati. Agar sirna keraguannya terhadap Allah, masalah agama, rezeki, dan sebagainya.
Maka dalam majelis diharapkan hidupnya keyakinan dalam hati. Sehingga dapat mengamalkan amal shalih agar keyakinan semakin bertambah. Orang yakin akan dekat dengan Allah, bersama dengan Allah. Ia takkan rugi dan terhindar kerugian dunia hingga akhirat.
Kerugian sangat besar adalah orang yang tidak bisa bersama dengan Allah.
Maka ambillah sesuatu yang menguatkan keyakinan dengan Allah. Yakini apa yang di bawa oleh Rasulullah, baik perkara dunia ataupun akhirat.
Keyakinan adalah cahaya dari Allah.
Orang yang diberikan cahaya dalam hatinya yaitu orang yang lapang hatinya dalam agama Islam.

Sebab mendapat cahaya dalam hati untuk mendapatkan:
Mengunakan akal, penglihatan, pendengan, pikiran, mentafakkurkan terhadap kebesaran Allah.
Lihat bagaimana Allah menciptakan onta, langit bagaimana di tinggikan, bumi bagai mana dibentuk.
Pandanglah kebesaran Allah pada tiap-tiap ciptaan atau makhluk Allah.
Lihatlah pohon, hujaan yang turun, lautan, matahari, bulan,bintang, sungai, burung-burung, binatang melata, lihatlah tiap sesuatu yang diciptakan Allah. Itu akan menunjukkan adanya penciptanya.

Bahkan Allah menyuruh memikirkan makanan yang tiap hari kita makan, sehingga timbul kesadaran bahwa Allah yang menciptakan dan mengadakannya untuk kita dan ingat senantiasa kepada Allah. Sehingga meningkat iman kita kepada Allah.

Bahkan kita perhatikan, asal mula kita dari segumpal tanah, yakni Nabi Adam. Dan kita sebagai keturunannya yang dijadikan dari setetes air mani yang hina.
Maka renungilah dirimu itu.

Allah menyuruh merenungi penciptaan dari air mani, karena orang-orang kafir itu sombong dan merasa hebat. Padahal Allahlah yang menjadikan mereka.

Apakah engkau yang menjadikan padi tumbuh? Kau hanya melaksanakan syariat menanam, namun Allah lah yang menumbuh suburkan hingga berbuah.
Seandainya orang-orang berkumpul seluruh dunia unruk menumbuhkan tanaman, niscaya tidaklah mampu.
Tanaman mememerlukan air yang juga diturunkan Allah...
Allah mampu menjadikan padu yang hijau menjadi kuning seketika.
Dan air? Allah mengkhitab apakah kalian yang menurunkan hujan dari langit? Ataukah Aku yang menurunkan?

Kalau merasa hebat, pintar. Apakah kau bisa menghitung jumlah tetesan hujan disuatu tempat, berapa banyaknya?
Sungguh tidak mampu. Karena itu adalah perkara Allah semata.

Lihatlah keagungan kekuasaan Allah, kerajaan Allah. Tidaklah hujan turun kecuali kehendak Allah saja.
Allah turunkan semua untuk menguatkan keyakinan di dalam hati kita.

Dan perhatikan api yang ada disekitar kita, perhatikan dan renungi. Kenapa api diciptakan di dunia? Itu adalah supaya kita mengingat dan memikirkan adanya api neraka di akhirat. Api didunia satu bagia dari 70 bagian dari api di akhirat. Allah jadikan ini untuk dipikirkan.
Api neraka itu dinyalakan selama seribu tahun hingga menjadi putih, kemudian dipanaskan lagi seribu tahun, hingga menjadi merah. Lalu dipanaskan lagi selama seribu tahun hingga menjadi hitam pekat luar biasa.

Maka sengan adanya majelis bertambah keyakinan, amal shalih.

Sunah  dihari jumat
* Al Kahfi, mulai malam jumat hingga akhir jumat. Orang yang membacanyq diberi kelebihan diberi cahaya dari tempat ia duduk sampai ke langit
*Mandi jum at, mandinya sunnah muakadah.
*besegera ke mesjid, orang pertama seakan akan bersedekah seekor onta.
*Memakai pakaian serba putih jika ada.
*Memakai minyak wangi ketika ke mesjid
*Memperbnyak sholawat. Minimal kata ahli sufi 300 sehari dan diperbanyak di hari jum at.
Orang yang pemalas minimal10x dalam 24 jam. Jika tiada berarti masalah ada dalam hatinya dan ada masalah dengan nabi.
Apabila orang cinta dengan Rasulullah maka mulutnya tak akan pernah kenyang dengan sholawat. Senantiasa bersholawat.
Macam sahabat Nabi Ubay Bin Ka'ab, beliau bersholawat 1/4 waktu dalm 24 jam.  Kemudian Nabi berkata jika kau tambah maka akan lebih baik lagi. Ubay berkata 2/4 waktu, Nabi berkata jika kau tambah maka akan lebih baik. Hingga Ubay mengatakan akan kugunakan waktuku untuk memperbanyak membaca sholawat.
Lalu, Nabi memberikan 2 khabar gembira.
Maka kalau kau kerjakan itu maka akan dhilangkan risau dalam hidupmu dan diberikan ampunan kepadamu.

Dan beliau menyampaikan Ijazah dari Habib Umar untuk umum yakni:
*Wirdul Lathif, Rathibul Athas, Ratibul Haddad.
* Membaca " Rabb-ishrah li sadri , wa yassir li ' amri" 100x Sehari
*Yaa Latif 129x sehari

Intisari Penyampaian Habib Ahmad Bin Husin al Aidid

Datangnya kita ke majelis ilmu dan dzikir adalah karena semata mata taufik dari Allah, anugerah dari Allah.
Tidakkan sanggup orang berkata diam, duduk kecuali itu adalah taufik dari Allah. Ini adalah rukun iman terhadap qadar baik dan buruk.
Allah tentukan qadar kita dari sejak dalam kandungan, takdir rezeki, umur, dan ditentutkan pekerjaan org beruntung dan celaka.
Orang yang ditakdirkan dalam surga dan keberuntungan, maka dimudahkan dalam kebaikan. Lihatlah kemana kecondrongan diri kita, apakah condrong kearah kebaikan atau sebaliknya.
Jika vondrong kepada kebaikan maka itu mendekatkan dengan surga
Jalan surga adalah jalan yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Beliau pemimpin orang2 di dalam surga..
Ketika orang masuk surga orang merasa mulia. Namun ketika Rasululah masuk kedalam surga, maka surga merasa mulia karena di masuki oleh Rasulullah Saw.

Tanda apabila Allah ingin memuliakan seseorang akan Allah mudahkan jalan kepada kebaikan dan jalan keridhaanNya.

Nabi menegaskan bahwa jalan mendekatkan dengan surga adalah mudah, bagi orang yang dimudahkan Allah.
Mendatangi majelis ilmu dan dzikir.
Janganlah merasa kehendak kita lah yang membuat kita datang ke majelis itu, maka kita terdinding dari mengenal Allah.
Karena itu adalah taufik dari Allah yang membuat hati kita ingin datang, kaki kita berjalan menuju majelis dan sebagainya.
Berapa banyak kaum muslim yang tidak bisa datang ke majelis dalam sebulan, walau hanya sekali. Ini karena tertutup hatinya dari taufik Allah. Mereka berpaling dari Allah, dan Allah tidak menyukai mereka.

Maka bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita taufik untuk hadir dalam majelis ilmu dan dzikir.
#Buah dari majelis ilmu dan dzikir terkumpul dalam 2 bagian:
*Menguatkan iman, keyakinan dalam hati. Agar sirna keraguannya terhadap Allah, masalah agama, rezeki, dan sebagainya.
Maka dalam majelis diharapkan hidupnya keyakinan dalam hati. Sehingga dapat mengamalkan amal shalih agar keyakinan semakin bertambah. Orang yakin akan dekat dengan Allah, bersama dengan Allah. Ia takkan rugi dan terhindar kerugian dunia hingga akhirat.
Kerugian sangat besar adalah orang yang tidak bisa bersama dengan Allah.
Maka ambillah sesuatu yang menguatkan keyakinan dengan Allah. Yakini apa yang di bawa oleh Rasulullah, baik perkara dunia ataupun akhirat.
Keyakinan adalah cahaya dari Allah.
Orang yang diberikan cahaya dalam hatinya yaitu orang yang lapang hatinya dalam agama Islam.

Sebab mendapat cahaya dalam hati untuk mendapatkan:
Mengunakan akal, penglihatan, pendengan, pikiran, mentafakkurkan terhadap kebesaran Allah.
Lihat bagaimana Allah menciptakan onta, langit bagaimana di tinggikan, bumi bagai mana dibentuk.
Pandanglah kebesaran Allah pada tiap-tiap ciptaan atau makhluk Allah.
Lihatlah pohon, hujaan yang turun, lautan, matahari, bulan,bintang, sungai, burung-burung, binatang melata, lihatlah tiap sesuatu yang diciptakan Allah. Itu akan menunjukkan adanya penciptanya.

Bahkan Allah menyuruh memikirkan makanan yang tiap hari kita makan, sehingga timbul kesadaran bahwa Allah yang menciptakan dan mengadakannya untuk kita dan ingat senantiasa kepada Allah. Sehingga meningkat iman kita kepada Allah.

Bahkan kita perhatikan, asal mula kita dari segumpal tanah, yakni Nabi Adam. Dan kita sebagai keturunannya yang dijadikan dari setetes air mani yang hina.
Maka renungilah dirimu itu.

Allah menyuruh merenungi penciptaan dari air mani, karena orang-orang kafir itu sombong dan merasa hebat. Padahal Allahlah yang menjadikan mereka.

Apakah engkau yang menjadikan padi tumbuh? Kau hanya melaksanakan syariat menanam, namun Allah lah yang menumbuh suburkan hingga berbuah.
Seandainya orang-orang berkumpul seluruh dunia unruk menumbuhkan tanaman, niscaya tidaklah mampu.
Tanaman mememerlukan air yang juga diturunkan Allah...
Allah mampu menjadikan padu yang hijau menjadi kuning seketika.
Dan air? Allah mengkhitab apakah kalian yang menurunkan hujan dari langit? Ataukah Aku yang menurunkan?

Kalau merasa hebat, pintar. Apakah kau bisa menghitung jumlah tetesan hujan disuatu tempat, berapa banyaknya?
Sungguh tidak mampu. Karena itu adalah perkara Allah semata.

Lihatlah keagungan kekuasaan Allah, kerajaan Allah. Tidaklah hujan turun kecuali kehendak Allah saja.
Allah turunkan semua untuk menguatkan keyakinan di dalam hati kita.

Dan perhatikan api yang ada disekitar kita, perhatikan dan renungi. Kenapa api diciptakan di dunia? Itu adalah supaya kita mengingat dan memikirkan adanya api neraka di akhirat. Api didunia satu bagia dari 70 bagian dari api di akhirat. Allah jadikan ini untuk dipikirkan.
Api neraka itu dinyalakan selama seribu tahun hingga menjadi putih, kemudian dipanaskan lagi seribu tahun, hingga menjadi merah. Lalu dipanaskan lagi selama seribu tahun hingga menjadi hitam pekat luar biasa.

Maka sengan adanya majelis bertambah keyakinan, amal shalih.

Sunah  dihari jumat
* Al Kahfi, mulai malam jumat hingga akhir jumat. Orang yang membacanyq diberi kelebihan diberi cahaya dari tempat ia duduk sampai ke langit
*Mandi jum at, mandinya sunnah muakadah.
*besegera ke mesjid, orang pertama seakan akan bersedekah seekor onta.
*Memakai pakaian serba putih jika ada.
*Memakai minyak wangi ketika ke mesjid
*Memperbnyak sholawat. Minimal kata ahli sufi 300 sehari dan diperbanyak di hari jum at.
Orang yang pemalas minimal10x dalam 24 jam. Jika tiada berarti masalah ada dalam hatinya dan ada masalah dengan nabi.
Apabila orang cinta dengan Rasulullah maka mulutnya tak akan pernah kenyang dengan sholawat. Senantiasa bersholawat.
Macam sahabat Nabi Ubay Bin Ka'ab, beliau bersholawat 1/4 waktu dalm 24 jam.  Kemudian Nabi berkata jika kau tambah maka akan lebih baik lagi. Ubay berkata 2/4 waktu, Nabi berkata jika kau tambah maka akan lebih baik. Hingga Ubay mengatakan akan kugunakan waktuku untuk memperbanyak membaca sholawat.
Lalu, Nabi memberikan 2 khabar gembira.
Maka kalau kau kerjakan itu maka akan dhilangkan risau dalam hidupmu dan diberikan ampunan kepadamu.

Dan beliau menyampaikan Ijazah dari Habib Umar untuk umum yakni:
*Wirdul Lathif, Rathibul Athas, Ratibul Haddad.
* Membaca " Rabb-ishrah li sadri , wa yassir li ' amri" 100x Sehari
*Yaa Latif 129x sehari

Syukur Dan Jangan Ditunggangi Dunia dan Nafsu

Jangan lagi kebutuhan ini ditambahi nambahi jua lawan gawian, menambahi jua lawan kesibukan.
Mensyukuri apa yang ada, berapa Sidin menjulung. Jadi kebutuhan ikas situ ja. Dan arti syukur tadi sudah merasa labih dari cukup. Kada usah bepikir yang kada kada lagi.
Maka kada kena jampi jampi dunia.
Misalnya duit kada mayu nukar AC, maka jangan nukar AC, baik makai kipas otomatis, bila guring mati kipasnya.

Nukar Ac, tuhuk kena handak pulang nukar mobil, lalu handak pesawat. Sedangkan gawian membeca.

Dalail bakulat, Qur an makan gagat, tasbih pagat. Karena haur menambah nambah kebutuhan.
Kurangi kebutuhan, cukup apa yang ada. Jangan lagi menambahi kebutuhan dunia.

Sedangkan menambahi sembahyang kada handak, menambah shalawat kada handak, menambah ilmu kada handak jua padahal rumah parak tuan Guru. Itu akibat pikirannya menambahi kebutuhan dunia yang diinginkannya.
Urusan akhirat sibuk, haur, kadada waktu. Itu karena Allah tutup pintu hatinya sudah.

Awak sehat, yang dimakan ada gasan hari itu, maka cukup dah hidup. Kada usah bepikir handak ini itu karena duitnya kadada.

Renungilah "unda ni kenapa pina sibuk, haur?
itu karena kebutuhan menuntut.
Handak menolak kada kawa, kada kawa beindah karena telah ditunggang dunia.
Lamari banyak, kendaraan banyak, hutang kada di bayari karena gengsi. Maka jual mobil 5 buah bayari hutang, lunas hutang.
Ampih kapala mengalilu. Sembahyang zuhur 6 rakaat karena utang meulah mauk.

Pinanya wehini lah orang yang behutang kada tahu muha, sedangkan yang mehitangi kada kawa guring, karena tejebak janji2. Jar yang behutang tenang ja sebulan ja. Sekalinya tenang banaran kadada buriniknya.

Alasan kada bayar hutang ni maka banyak, alasan jualan kada payu lah, alasan ini itulah.

Bisi rumah, hidup aman, awak sehat, makanan ada, iya lebih dari cukup dah. Kalo Allah beri labih lagi, terima. Jangan ada bekahandak ini itu yang kada kawa dipenuhi dan kada ada.

Wc tu ada Syukuri ada beisi, kalo orang hulu sungai batang. Lalu kelotok, harau beguyang. Belum lagi kawan mauk meantri karena lawas banar behera, sangit kawan tataknya tali batang, hanyut. Pas keluar harau di laut hanyut..

Intinya kawa menahani kehendak yang macam-macam dari kebutuhan dunia, jadi kawa besedekah. Celengan lewat buati duit, kalo kada jua bacakan sholawat... kalo kada jua celengi celengannya. Hehehe

Beri laki duit 100 ribu, tulak kepasar bulik bawa balanjaan 200 ribu. Itulah karena banyak kahandak. Itu kada pintar.
Yang lucu lagi laki nyuruh nukar iwak, kalinya nukar dastar. Itu kada pintar lagi.
Itulah contoh ditunggagi dunia.

Nafsu menggoda kepada kita supay kita tampil, mencongol, beisi kisah kelebihan.
Handaklah kita sembunyikanlah kebaikan kita, karena memang kada beisi kebaikan. Karena nafsu ria masuk, sum ah masuk, sombong masuk, karena merasa beisi kelebihan tadi.
Lalu ae merasa sorang harat orang hina. Sembunyikan kelebihan agar selamat dari nafsu yang jahat.

Jangan ketuju menampaikan kekuatan, ketuju menampaikan suara bagus.
Orang behari betutunjulan, kada ketuju menunjukan kelebihan diri. Masing-masing meyuruh yang lain. Karena dasar kada beisi kelebihan.

Orang kebal nih, bediam ja. Kena kalo ada orang nyerang indonesia, lawan.. daguy daguy daguy. Orang nimbay granat, timbayinya ayam haja. Harat orang behari...
Baik beranai dari pada menampaikan kelebihan, kalo pina ada yang melawani.
Betampai bisa bejalan atas banyu ke sudimampir, kalo pina ada yang melawani catuk sidin banyu, tabalah dua... maka buhaya ha pulang di bawah mahadangi..

Kita bejalan atas banyu, tarabang diatas itu adalah keagungan Tuhan.
Orang yang pintar handak mempaikan kebaikan dan kelebihan Allah.
Orang yang dibudaki nafsu handak menampaikan dirinya beisi kelebihan.

Jangan pina bekoyokoyo. Itu buhan yang menampilkan baju harat itu ja bebulan bulan. Mulai muha karutuyan tu sampai baik, suara sampai bisa benyanyi hanyar tampil. Kada mudah..
Mulai suara sumbang sampai suara kumbang, kada gagampangan. Batisnya yang mana yang bedahulu bebubulan belajar, berapa kali tapalicuk. Kada gagampangan.
Apalagi masalah agama kaya tahlilalan. Ngini betahlil kada bisa, handak betampai tampai mimpin tahlil, iya handak mulai. "Ayo kita mulai" ujar...
Ujar orang napanya yang dimulai..

Nah itu nafsu tu.. jadi itu ja nafsu, jangan ketuju melihatakan kelebihan, karena kita kada beisi kelebihan..
Karena  biasanya orang yang betatampai kelebihan, inya handak bepintapinta. Minta pujian, sanjungan dari orang lain. Pas orang kada menyanjung, pas kada dapat pujian. Mau lah kada sakit hati...........

Wednesday, March 1, 2017

Waktu Terbaik dan Terburuk

Sebaik baik waktu engkau, ialah waktu yang kau saksikan adanya ke fakiranmu kepada Allah, berhajat kepada Allah, perlu kepada Allah. Dan KayaNya Allah terhadap engkau. Serta waktu dimana kau dikembalikan pada itu waktu adanya kehinaan dalam dirimu. Kau menyaksiakan kehinaanmu terhadap kemuliaan Allah, dirimu miskin dan sangat berhajat pada kayaNya Allah, meskipun kau kaya dimuliakan orang, walaupun sehat namun perasaan sangat bergantung kepadaNya kuat dan selalu ada.

Ada orang dipaksa mendapatkan waktu mulia misal orang kaya, ia merasa kaya dan tidak berhajat kepada Allah, lalu Allah miskinkan, karena Allah sayang maka di miskinkan oleh Allah, begitu pula orang sehat yang lupa, dipaksa Allah dengan mendatangkan sakit kepadanya. Orang yang merasa mulia Allah hinakan ia dengan diambil jabatannya sehingga ia merasa hina dan terhina serta merasa berhajat terhadap pertolongan dan anugerah Allah. Inilah golongan yang dipaksa oleh Allah untuk mendapatkan waktu yang baik dari Allah.

Tinggal kita memilih jadi terpaksa untuk menjadi keksih Allah, atau suka rela menjadi kekasih Allah. Dengan menyadari diri ini hina, berhajat, lemah, miskin, sakit jika tidak diberikan oleh Allah akan nikmatNya.

Ini merupakan bagian dari tafakur. Menyadari diri hina, andai Allah tidak memuliakan, sakit jika Allah tidak memberi kesehatan. Dan inilah waktu mulia.

Kenapa waktu demikian adalah waktu yang paling baik, afdal dan mendekatkan diri pada Allah?
Ini karena, pada waktu itu kau mungkin ada harapan mendapat taufik, rahmat, pertolongan Allah yang sgat besar yang tidak didapatkan pada waktu-waktu lain. Rahmat yang paling banyak didapat ketika kita merasa diri hina dan tidak memiliki apa-apa dan sangat bergantung pada Allah.

Orang sufi menafsirkan, sedekah hanya untuk orang miskin dan fakir yang tidak punya apa-apa dan sangat berhajat.
Begitupula orang yang mendapat rahmat paling banyak dari Allah, hanya bagi orang yang merasa benar-benar berhajat, fakir, selalu memerlukan Allah.
Allah memberikan pertolongan saat kita merasa lemah, merasa tidak berdaya.

Suatu ketika perang pasukan Islam dengan jumlah sedikit melawan pasukan kafir yang lebih banyak, mereka merasa tidak akan menang dengan jumlah demikiaan, pasukan sedikit, pasukan lemah, maka mereka benar-benar berhajat meminta pertolongan Allah, akhirnya dengan pertolongan Allah, pasukan kafir kocar kacir kalah dan lari dari peperangan.
Di saat kita susah, di saat kita sedih disitulah pertolongan Allah akan di dapat.

Orang yang merasa kesedihan disitu ada rahmat Allah. Seperti menengok orang sakit, karena orang sakit, hatinya susah maka Allah meurunkan rahmatNya dan kita yang menengok maka kita mendapat rahmat itu.
Menegok orang shalih, auliya Allah yang hati mereka selalu merasa fakir dan butuh Allah. Maka rahmat Allah turun pada mereka. Kita yang mendatangi mereka pun akan dituruni rahmat Allah.

Dan paling jahat waktu ketika kita merasa kaya, mulia. Tidak merasa berhajat kepda Allah, tidak merasa perlu kepada Allah. Meskipun saat kita shalat, kita membaca Al Quran.
Kenapa dikatakan waktu paling jahat?
Karena pada waktu engkau merasa mulia besar, tidak berhajat dengan Allah. Saat itu kau jauh dari rahmat Allah, jauh dari pertolongan Allah.
Ketika kita merasa besar, merasa hebat, merasa kaya, merasa benar, maka kita akan dipalingkan dari ayat-ayat Allah, tertutup rahmat Allah darinya.

Ingat ketika waktu perang Hunain, ketika umat Islam banyaknya pasukan namun tak berarti apa-apa.
12 ribu pasukan yang banyak dalam peperangan, ada yang berkata kali ini kita akan menang karena pasukan kita banyak dibanding musuh. Namun karena mereka merasa kuat dan hebat dan lupa terhadap pertolongan Allah maka Allah menutup pertolongannya sehingga mereka kocar kacir lari dari musuh yang jumlahnya sedikit dari kaum muslim.

Shalat adalah simbol dari kehinaan manusia, karena banyak aturan dan syarat yang harus dikerjakan dalam shalat. Ini adalah pelajaran agar kita merasa sangat hina. Maka jikalau shalat tanpa ada membuahkan kehinaan itu, maka shalat kita belum maksimal..

Sebagian Adab Do'a

Bila kita sudah berdoa kepada Allah janganlah beranggapan doa kita belum kabul. Apalagi menganggap tidak kabul. Janganlah menyangka Allah tidak mengabulkan itu.
Maka sangkalah tidak baik dirimu karena jahatnya adab kepada Allah dalam berdoa.
Kembalilah pada dirimu dan sangka buruklah dirimu, bukan justru bersangka buruk pada Allah.

Adab itu adalah sesuatu yang terpuji perkataan dan perbuatan seperti sholat, baca Qur'an. Apalagi berdoa kepada Allah.
Sebab doa kita tidak dirasa kabuk adalah diri kita, bukan dari Allah.

Contoh adab buruk dalam berdoa:

*Ingin cepat kabul, keinginan doa agar secepatnya di kabulkan oleh Allah. Ya Allah hamba dalam masalah besar, sesegeralah bantu hamba menyelesaikannya. Mestinya serahkan waktu kabul itu kepada Allah karena Dia yang Maha Tahu segalanya.
Allah ini Maha Tinggi maka tidak pantas bagi kita sebagai hambaNya mendesakNya.
*I'tikadnya dalam hati Allah tidak mengabulkan doa. Orang semacam ini doanya tidak akan kabul lagi, karena jahat adab dengan Allah dengan berburuk sangka. Mestinya husnuzan seperti "doa ku akan dikabulkan Allah namun entah kapan waktunya Allah yang tahu.
*Mendikti Allah, memilih sendiri kehendaknya. Jadikanlah saya orang kaya, luluskan ujian hamba.
Mestinya besok hamba tes, maka luluskanlah jika itu baik bagi saya. Kayakanlah saya jika itu baik bagi saya. Dan sebagainya.
*Berdoa untuk dikabulkan, tujuan hanya ingin di kabulkan. Ini bukanlah adab baik. Mestinya berdoa itu menjunjung perinrah Allah, mengikut sunnah Rasul, perkara kabul itu tak jadi urusan.
*Berdoa untuk memberi tahu kepada Allah, seperti Allah tidak tahu padahal Allah Maha Tahu. Meatinya merasa cukups dengan sepengetahuan Allah
Misal: Ya Alllah, Hamba sedang Sakit, maka sembuhkanlah hamba.....